Trik Jitu Mengajukan Judul Tugas Akhir Pasti Beres



Anda sedang mengalami kesulitan mengajukan judul tugas akhir kuliah? Saya rasa iya, karena itulah Anda membuka artikel ini. Bukan begitu? Hehe.

Mengajukan judul tugas akhir memang gampang-gampang susah. Gampang mengajukan judul tugas akhir kalau hanya sekedar judul saja, bagaimana dengan isinya nanti? Jika Anda mengajukan judul tugas akhir yang sangat mengesankan, orisinil, judul tugas akhir terbaik se-indonesia raya, rumit dan butuh penelitian canggih kemungkinan besar judul skripsi Anda bakal diterima dosen pembimbing. Tetapi masalahnya adalah, Mampukah Anda merampungkan tugas akhir yang seperti itu? Bisa jadi Anda akan berpikir hal itu akan sia-siakan energi Anda lantaran tak dibayar, atau malah merasa tujuan kuliah adalah nilai IPK 4+ dan lulus tepat waktu tak perlu membuat eksperimen terkenal se-Indonesia dari penelitian tugas akhir Anda.

Mengajukan judul tugas akhir dengan tema yang gampang dan ringan-ringan saja dengan harapan akan mudah menyelesaikan tugas akhir dari bab I hingga Bab Kesimpulan. Tapi hal seperti ini dabap malah berakibat ditolaknya judul tugas akhir yang akan diajukan. Karena dosen pembimbing menganggap judul tugas akhir tersebut terlalu mudah untuk dikerjakan untuk orang dengan tingkat pendidikan sarjana.

Maka trik paling jitu dalam mengajukan judul tugas akhir adalah mencari jalan tengah. Yang saya maksudkan dengan cara mengajukan judul tugas akhir dengan trik jalan tengah adalah dengan judul yang cukup bermutu di mata dosen, namun tidak sulit mengerjakannya. Caranya adalah Anda harus mencari referensi atau inspirasi dari kumpulan contoh tugas akhir yang telah ada.

Misalnya, Anda menggunakan kumpulan contoh tugas akhir yang disediakan oleh www.skripsiword.com sesuai jurusan Anda, semua sudah dalam file Ms Word / doc. Dengan kumpulan contoh tugas akhir tersebut Anda dapat memilah-milah contoh skripsi yang satu tema. Kumpulkan minimal 5 contoh skripsi dengan tema yang sama, kemudian mix atau campurkan judul-judul yang ada untuk menemukan judul tugas akhir sesuai kemampuan Anda namun tetap berbobot karena terbukti tema atau judul-judul sejenis itu telah diluluskan oleh dosen-dosen di perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Dengan judul tugas akhir yang berbobot kemungkinan Judul tugas akhir Anda akan diterima oleh dosen pembimping, namun Anda tetap tidak kewalahan dalam menyusunnya. Karena telah memiliki minimal 5 atau 10 referensi yang telah disedian oleh SkriipsiWord. Tak perlu kuatir, SkripsiWord menyediakan puluhan contoh tugas akhir untuk setiap jurusaannya, bahkan untuk beberapa jurusan bisa ratusan contoh skripsi.

Dengan menggunakan Trik Jitu Mengajukan Judul Tugas Akhir ini, tak hanya memudahkan Anda mengajukan judul, namun juga memudahkan Anda menyusun tugas akhir dari Bab I hingga Bab Kesimpulan. SkripsiWord juga memberikan bonus-bonus dahsyat jika Anda memesan pada hari ini. Kunjugi www.skripsiword.com untuk informasi lebih lengkp.

Cara mudah mendapatkan kumpulan contoh skripsi sesuai jurusan

Banyak sekali cara mudah mendapatkan kumpulan contoh skripsi sesuai jurusan pada jaman sekarang. Kumpulan contoh skripsi memang sangat dibutuhkan bagi mahasiswa yang sedang mencari judul sekripsi yang sesuai minat dan kemampuannya. Karena jika tanpa kumpulan contoh skripsi kemudian seseorang yang sedang memulai mengerjakan skripsi akan kebingungan lantaran tak ada pembanding judul atau skripsi yang seperti apa yang benar dan sesuai kebutuhan. Jika tanpa kumpulan contoh skripsi kemudian mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi dapat dipastikan judulnya akan asal-asalan, ngawur, tak memiliki arah, bahkan terkesan konyol.

Jika itu terjadi dapat dipastikan akan diminta oleh dosen pembimbing untuk mengulangi pencarian judul skripsi. Untung saja kalau permintaan perubahan judul skripsi dilakukan di awal semester, masalah akan timbul jika ternyata terlambat menyerahkan judul dan proposal skripsi di tengah semester kemudian dosen meminta untuk merubah judul termasuk proposalnya pada pertengahan semester atau malah di akhir semester saat skripsi sudah mulai deadline. Malapetaka.

Dengan adanya kumpulan contoh skripsi di tangan Anda, maka tak perlu kuatir lagi dengan kekonyolan dalam judul skripsi Anda. Karena Anda telah melihat contoh-contoh judul dan isi skripsi seperti apa sih yang diterima oleh dosen pembimbing?? Dengan begitu kemungkinan mengulang judul akan semakin kecil. Sekalipun diminta mengulang membuat judul baru, dengan memiliki kumpulan contoh skripsi lengkap maka akan dapat Anda temukan judul skripsi baru serta berkualitas dari sekumpulan contoh skripsi sesuai jurusan Anda.

Cara mudah untuk mendapatkan kumpulan contoh skripsi sesuai jurusan dapat Anda temukan di berbagai penyimpanan online di internet. Tetapi berhati-hatilah jika ternyata file yang Anda download ternyata bervirus yang dapat membahayakan data komputer/laptop Anda sehingga terhapuslah file-file file kuliah yang telah Anda simpan selama 4 tahun kuliah.


Untuk itu tak perlu ambil resiko, lebih baik membeli DVD kumpulan contoh skripsi di www.skripsiword.com plus gratis banyak bonus senilai jutaan rupiah. Dan, sudah dalam bentuk file doc atau ms word. Tidak seperti file-file PDF yang sulit sekali Anda copy-paste (copas) apalagi langsung Anda edit. Sungguh kumpulan contoh skripsi file pdf sangat menyita waktu, lebih baik Anda menggunakan file-file yang ada di DVD kumpulan contoh skripsi sesuai jurusan Anda, sudah dalam file doc/s word dan tanpa kuatir virus kumputer. Tak tanggung-tanggung, biasanya orang akan menjual satu skripsi file doc/ms word seharga Rp. 25ribi hingga Rp. 50ribu, maka SkripsiWord menyediakan puluhan bahkan ratusan kumpulan contoh skripsi untuk tiap-tiap jurusan sudah dalam bentuk file doc beserta bonusnya.

Menurut saya, dengan memanfaatkan kumpulan contoh skripsi dari SkripsiWord itulah cara termudah dan tercepat untuk mendapatkan kumpulan contoh skripsi sesuai jurang Anda. Pasti bermanfaat dan saya ucapakan selamat mengerjakan skripsi Anda..

10 Trik Sakti Untuk Memudahkan Penyusunan Skripsi

Skripsi memang dianggap menjadi suatu yang menakutkan bagi mahasiswa, karena merupakan prasyarat akhir sebelum wisuda, sebenarnya kalau dicermati hal tersebut adalah mudah saja, hanya kita sudah terlanjut menganggapnya sesuatu hal yang sulit untuk diselesaikan. Nah, tak perlu panjang lebar ya Gan, berikut ini langkah-langkah mudah bagaimana menyusun skripsi:

  1. Jangan Terlalu Idealis dan Perfeksionis
Banyak mahasiswa yang ingin penelitiannya lain daripada yang lain dengan memaksakan idenya atau ingin skripsinya sempurna, hehehe mungkin ingin dianggap hebat dan lebih baik dari pada yang lainnya wajar kok.
Tapi biasanya mereka yang demikian ini cenderung kesulitan pada akhirnya dan menjadikan penelitiannya malah gak selesai. Jadi intinya biasa aja ambil aja topik atau kajian yang umum dan ringan-ringan aja, intinya anda memahami apa yang akan anda teliti, percuma kan anda meneliti tetapi anda tidak tau arah penelitian anda nantinya. Karena pada intinya yang namanya Ta-Skripsi-Thesis itu cuman pembelajaran untuk mempelajari fenomena yang terjadi ketika anda telah terjun ke lapangan, menjumpai temuan atau permasalahan dan menemukan cara menyelesaikannya. Kalau toh tetep ngeyel pengen menuangkan ide yang pikiran anda sendiri nantinya juga ga masalah kan, karena pada tahap awal anda sudah belajar melakukan penelitian yang mudah, sehingga tau bagaimana membuat suatu penelitian yang lebih baik. Hehe intinya setelah belajar yang mudah nanti yang sulitpun anda akan tetap bisa.

2. Mengambil Kajian Yang Sederhana
Ambil judul yang umum, jangan takut judul pasaran, yang penting anda menguasai latar belakang dan permasalahan dosen pasti akan berpikir dua kali untuk gak acc judul anda. Contoh ringan ambil aja judul yang ada di www.skripsiword.com ikuti ketentuannya agar mendapatkan proposal gratisnya. Ambil judul sembarang sesuai dengan kajian anda, kemudian pelajari proposal atau bab 1- 3 yang dikirimkan mulai pendahuluan, landasan teori dan metpennya. Cara mempelajari yang baik adalah dengan rileks dan santai umpamakan aja anda sedang membaca buku, novel atau komik kesukaan anda. Jadi ketika anda membaca buku, novel atau komik kesukaan anda ketika ditanya jalan cerita anda bisa menjelaskannya dengan mudah karena anda rilek dan menyukai, nah kenapa membaca skripsi tidak seperti itu hehehehe kan ntar kalau ditanya tentang skripsi yang anda tulis anda pasti bisa menjelaskannya, nggak perlu belajar lagi kan. Klo anda ambil topik yang sulit meski anda tertarik kadang masih kesulitan memahami dan sulit juga dalam mencari teori, belum lagi lagi pasti banyak revisi yang bikin pusing dijamin dech ga bakal cepet kelar tuch penelitian.

3. Menjalin Komunikasi Dengan Pembimbing (Dosen)
Sebenarnya klo mau jujur ga ada dosen pembimbing yang mempersulit mahasiswa bimbingannya, yang ada hanya mahasiswa yang merasa dipersulit, kenapa? Penyebab utamanya biasanya adalah kita kurang menguasai bahan atau topik penelitian kita, sehingga ketika ditanya mahasiswa dianggap kurang bisa menjelaskan, tentunya dosen menganggap hal ini akan mempersulit mahasiswa nantinya dalam mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya, nah akhirnya dosen memberikan saran atau revisi agar lebih mudah..hehehe. Tapi uniknya karena kebanyakan mahasiswa hanya ya…pak, ya…bu akhirnya mereka merasa kesulitan sendiri, karena kebanyakan juga mereka ngga ngerti apa yang dimaksudkan dosen pembimbing, nah disini mahasiswa merasa dipersulit. (Lagian klo di logika mana ada dosen yang suka mahasiswanya bimbingan ga selesai2 mending kan cepet selesai trus ngerjain yang lain ya …kan).

4. Jangan Pernah Takut Rumus Atau Angka
Kalau yang ini khusus buat mahasiswa ekonomi dan fisip aja kali, hehehe soalnya jarang jg penelitian hukum pake rumus. Artinya ketika akan menentukan judul sebenarnya lebih mudah yang pake metode kuantitatif daripada kualitatif, soalnya dengan kuantitatif peneliti atau mahasiswa sudah punya hasil analisis dalam bentuk angka yang sudah dihasilkan dari hasil penelitiannya nah tinggal menjelaskan aja kan, klo kualitatif wah kita harus pandai2 mengarang, soalnya pertanyaan bisa lebih bermacam-macam.
Contohnya begini: Dari judul skripsi kuantitatif seperti “Analisis Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Penjualan” dari judul itu paling kita hanya menjelaskan seberapa besar aja pengaruh bauran promosi terhadap penjualan. Dan hasil seberapa besar itu dah ada di hasil analisis kita, kita juga hanya menjelaskan ada pengaruh apa tidak yang hasil dan kriteria ada atau tidaknya sudah ada di skripsi kita.
Klo judulnya kualitatif seperti “Pelaksanaan promosi terhadap penjualan ptX” wah permasalahannya bisa ribet kita harus paham benar pelaksanaan promosi yang baik, kurangnya dimana, kita harus ngapain hehe dan berbagai macam pertanyaan yang lainnya.
Masalah rumus santai aja, kenapa kita ngga pernah takut ketika kita tau kalau rumus luas adalah panjang x lebar, atau rumus segitiga setengah alas x tinggi, nah kenapa kita sekarang takut klo rumus mencari pengaruh adalah dengan menggunakan regresi y = a + bx (rumus regresi sederhana), rumus cari hubungan adalah korelasi, atau berbagai macam rumus lainnya, Nah sebenarnya kan sudah bisa dijelaskan klo rumus ya rumus ga mungkin kita disuruh menjelaskan kenapa rumus luas itu panjang x lebar ia kan.
Gampangnya rumus itu kaya alat ngolah data aja supaya tau hasilnya, dapat kita terjemahkan umpamanya ada ikan dan kita ingin ikan masak, maka untuk menggoreng ya pake penggorengan, untuk merebus ya pake panci, untuk membakar ikan tersebut ya harus pake panggangan, tidak mungkin kita merebus dengan minyak goreng dan penggorengan, tidak mungkin kita ingin ikan bakar tapi kita masukkan ikan tersebut kedalam air mendidih, sama seperti alat masak tadi, rumus juga alat kenapa takut…

5. Pahami Tahap Penyusunan Penelitian
Biar penelitian cepat selesai sebenarnya kita hanya perlu belajar tentang tahapan penyusunan aja mulai pendahuluan sampai kesimpulan, memang lain lain kampus lain pula cara atau format penulisannya tapi pada intinya sama. Adapun tahapan yang umum dari penulisan ta-skripsi-thesis adalah sebagai berikut:
  • Pendahuluan
    Bab ini berisi latar belakang kenapa kita mengambil judul, secara umum menggambarkan secara singkat tentang topik yang akan kita bahas. Selanjutnya adalah permasalahan/masalah penelitian dimana dari latar belakang tadi kita mengemukakan permasalahan yang ada untuk diselesaikan, kemudian ada tujuan penelitian dimana dalam sub bab ini kita mengemukakan tujuan yang pada intinya tujuan merupakan gambaran dari permasalahan yang harus kita selesaikan jadi masalah dan tujuan harus sinkron atau mudahnya tujuan pada intinya ya harus menyelesaikan masalah. Selanjutnya adalah manfaat atau kegunaan penelitian dimana dalam sub bab ini biasanya menjelaskan manfaat dari penelitian yang kita lakukan. Biasanya manfaat ini terbagi atas manfaat praktis dan teoritis, tetapi ada juga yang menggunakan model menunjukkan kegunaan manfaat bagi penulis, perusahaan, dan peneliti lain. Tetapi pada intinya sub bab manfaat penelitian ini harus mampu menunjukkan apa manfaat penelitian yang dilakukan ini ke depan. Dan biasanya ada yang ditambahkan dengan sistematika penulisan, yang berisi bentuk kerangka penulisan kita mulai dari pendahuluan hingga penutup.

  • TEORI DAN HIPOTESIS
    Selanjutnya setelah menjelaskan pendahuluan, maka suatu penelitian yang baik harus didasari oleh teori-teori yang baik pula, mudahnya kita tidak bisa dengan mudah mengambil suatu judul misal “pengaruh bauran promosi terhadap penjualan pt.x” tanpa kita menjelaskan apa arti bauran promosi, apa arti penjualan dll. Nah disinilah pentingnya bab landasan teori, kerangka teori, tinjauan pustaka atau apapun namanya diperlukan dalam suatu skripsi atau thesis. Hal tersebut dikarenakan dalam bab ini akan menjelaskan definisi dari sesuatu (variabel-variabel) yang akan kita teliti sesuai dengan pendapat para ahli yang telah ahli di bidangnya dalam bentuk literatur atau buku penunjang. Setelah menjelaskan masing-masing akhirnya kita dapat menentukan hipotesis/dugaan (untuk penelitian menggunakan hipotesis) atau bahasa mudahnya setelah kita membaca dan menyajikan teori dari para ahli kemudian kita menduga, nah adanya dugaan ini kita sesuaikan dengan permasalahan dan tujuan dari penulisan. Misalnya kalau tujuannya berisi “untuk menganalisis pengaruh secara bersama-sama” tentu saja hipotesis atau dugaannya adalah “diduga ada pengaruh secara bersama sama” demikian seterusnya.

  • METODE PENELITIAN
    Dalam bab ini berisi urutan atau tata cara dalam membuktikan dugaan/hipotesis yang ada. Biasanya berisi variabel yang kita teliti, lokasi, populasi sampel, sumber data, teknik pengumpulan data dan setelah data kita peroleh, tentu saja yang terakhir adalah cara kita mengolah data tersebut sesuai permasalahan, tujuan dan hipotesis yang ada, dimana dikenal dengan Teknik Analisis Data. Dalam Teknik analisis data kita sesuaikan apakah pakai kuanti atau kuali, kalau kuanti pake rumus apa, dan juga apa kriterianya. (Makanya rumus cuman alat untuk mencari hasil saja)

  • HASIL DAN PEMBAHASAN, KESIMPULAN
    Bab ini berisi temuan dilapangan dan dengan menggunakan metode penelitian dan teknik analisis yang telah dijelaskan akan disajikan hasil penelitian dan selanjutnya dibahas apa hasilnya sesuai dengan permasalahan, tujuan dan hipotesis yang telah dikemukakan sebelumnya, nah selanjutnya tinggal dibuat kesimpulanya dimana kesimpulan ini juga harus sesuai dengan permasalahan, tujuan dan hipotesis yang telah dikemukakan. NAH MUDAH BUKAN!!

6. DAFTAR PUSTAKA (JANGAN TAKUT MEMODIFIKASI ISI SKRIPSI)
Seperti ketika kita kesulitan untuk mencari bahan literatur yang baru, santai aja ganti aja literatur tahun lama dengan tahun yang baru, lagian pasti kalau judul pengarangnya sama pasti isinya juga sama cuman beda halaman aja, yang penting biar ga ketahuan ganti juga daftar pustakanya. Dari pengalaman saya sejak tahun 1998-2008 dalam membuat skripsi jarang juga dosen yang cek sampai detail paling 5 dosen dari 100 mahasiswa. (dalam 1 semester 40-50 orang mahasiswa yang saya bantu). Kalau masalah kesulitan data modifikasi aja tahunnya jadi yang terbaru (untuk data-data tertentu aja yang ga bisa dimodifikasi misalnya yang berkaitan dengan saham atau pemerintahan tapi kalau u yakin jg ga masalah yang penting bisa menjelaskan)

7. JANGAN MENCONTOH TOTAL HASIL TEMAN
Jangan pernah membandingkan hasil penelitian anda dengan hasil teman anda, yang ada anda hanya akan bingung karena belum tentu metode teman sama dengan punya anda, yang penting anda belajar dan yakin aja punya anda yang terbaik. Membandingkan boleh saja jika hanya bertujuan menambah wawasan bagaimana solusi terbaik. Namun bukan berarti mencontoh secara buta ya..

8. PERHATIKAN WAKTU BIMBINGAN
Sekiler apapun pembimbing menurut anda tapi kalau anda memilih waktu yang tepat pasti anda akan dibimbing dengan benar, artinya kita juga harus memperhatikan saat akan bimbingan dosen lagi sibuk apa nyantai, nah misalnya dengan menanyakan apakah dosen pembimbing ada waktu, soalnya kalau mereka pas lagi sibuk2nya ya jangan salah kan kalau dibaca sekilas ya mending kalau di acc tapi kalau dicoret2 dan kita ngga sempat diskusi payah kan. .

9. JANGAN TAKUT DEADLINE
Ini biasanya penyakit mahasiswa yang takut ketika teman selesai dan adanya deadline dari kampus, ini malah bikin konsentrasi anda buyar dan skripsi malah bisa ga selesai atau bisa selesai tapi biasanya ga maksimal, klo ada dealine dari kampus pastikan sendiri kebenarannya dan anda tetap tenang aja, soalnya belajar dari pengalaman jarang kampus yang kegiatannya sesuai kalender akademik Doain aja molor.

10. JANGAN PERNAH MEMPREDIKSI PERTANYAAN WAKTU UJIAN
Sudah bukan rahasia umum lagi saat akan mendekati ujian anda pasti berpikir besok ditanya apa ya? Apa lagi tanya teman yang sudah ujian dulu wah jangan itu bikin pikiran, mending mulai sekarang saya ajari memprediksi secara tepat bahwa yang akan ditanya waktu ujian ya bab pendahuluan sampai kesimpulan ya kan…. Nah makanya konsentrasi aja belajar biar ilang rasa takut besok ditanya apa.

Langkah Jitu Menentukan Judul Skripsi yang Berkualitas

Skripsi merupakan sebuah karya tulis ilmiah berupa penelitian yang wajib dikerjakan oleh seorang mahasiswa sebelum menyelesaikan studinya dan memperoleh gelar sarjana. Seringkali skripsi menjadi sebuah gerbang besar penghalang mahasiswa untuk memperoleh sarjana. Tidak sedikit mahasiswa yang mengalami stres dalam menyelesaikan tugas skripsinya. Bahkan sampai ada yang putus asa kemudian bunuh diri. Jangan sampai itu terjadi, karena ada banyak cara menyelesaikan skripsi dengan mudah.

Keterlambatan mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi sebenarnya bukanlah terletak pada jurusan maupun ketua jurusan yang selalu menolak ketika mahasiswa mengajukan judul skripsinya. Tetapi kesalahan pada mahasiswa dalam memilih judulnya.

Bukan bermaksud sombong, saya termasuk salah satu mahasiswa yang cepat menyelesaikan skripsi, setidaknya mencapai waktu batas minimal yagn ditentukan oleh pihak kampus. Oleh karena itu saya ingin membagikan beberapa tips dan cara memilih judul skripsi yang tepat.

Langkah Jitu Menentukan Judul Skripsi yang Berkualitas:

  • Pilih judul yang berguna
    Pilihlah judul skripsi yang akan berguna buat masa depan. emang ada judul skripsi yang tidak berguna?. Jawabannya , iya, sebab ada beberapa judul penelitian yang dengan melihat judulnya saja, kita sudah mengetahui hasil penelitiannya. Tetapi jika Anda tidak dapat menemukan judul skripsi yang berguna bagi orang lain, setidaknya judul skripsi Anda berguna bagi diri Anda . Sebab jika skripsi tidak memiliki manfaat, maka yakin saja skripsi Anda tidak akan pernah dibaca orang lain. Jadi buatlah skripsi Anda enak dibaca, minimal jadi bacaan buat Anda .
  • Pilih judul dengan tema yang Anda minati.
    Walaupun Anda kuliah di jurusan tertentu, setidaknya pasti ada satu tema dari jurusan Anda yang Anda minati, seperti mahasiswa biologi dapat mengambil judul dengan tema hewan atau tumbuhan. Salah dalam memilih tema akan memperlambat Anda menyelesaikan skripsi Anda, sebab berhadapan dengan sesuatu yang tidak Anda sukai berarti Anda akan berusaha untuk menghindarinya.
  • Pilih judul yang Anda kuasai.
    Walaupun Anda telah memilih judul skripsi yang Anda minati, tetapi Anda tidak menguasai materinya, maka itu sama saja akan dapat memperlambat Anda nantinya. Memilih judul yang Anda kuasai dapat membantu Anda nantinya ketika menjalani ujian akhir, Anda bisa mempertahankan setiap tulisan di skripsi Anda .
  • Pilih judul yang memiliki banyak referensi.
    Tips yang trakhir dan yang paling penting adalah memilih judul yang memiliki banyak narasumber. Ingat !! dalam menyusun skripsi setidaknya kita butuh minimal 25 buah buku referensi. Sebaiknya mencari dahulu beberapa literatur yang banyak yang berhubungan dengan skripsi Anda . Sebab kurang jumlah literatur bisa menghambat usaha Anda di tengah jalan nanti.

Itulah beberapa tips sederhana dalam menentukan judul skripsi. Sebaik-sebaik skripsi adalah skripsi buatan sendiri, dan sebaik-baik pembaca adalah yang memberikan komentar ketika membaca tulisan ini. Selamat mencoba.

Cara Cepat dan Mudah Menyusun Proposal Skripsi Berkualitas

Skripsi merupakan syarat mendapat gelar sarjana atau S1, oleh karena itu setiap mahasiswa semester akhir pasti sibuk menyusun skripsi. Tapi sebelum menyusun, harus dimulai dengan membuat proposal skripsi untuk diajukan kepada dosen pembimbing. Jika disetujui baru kemudian Anda dapat mengerjakan skripsi.

Namun banyak mahasiswa terpaksa harus mengulang proposal skripsi yang mereka ajukan atau diminta untuk merevisi beberapa bagian. Itu hal biasa, revisi proposal itu hal biasa. Beberapa dosen memang ingin membuat seperti itu supaya mahasiswa tidak besar kepala bahwa judul dan proposalnya diterima tanpa revisi. Jika itu terjadi, bisa membuat mahasiswa besar kepala. Untuk itulah perbaikan dan revisi adalah hal biasa, jangan merasa semua salah Anda atau menganggap bodoh diri Anda. Karena itu tidak benar. Anda sudah sampai tingkat akhir adalah bukti Anda adalah mahasiswa pintar.

Revisi dapat dilakukan dengan menganti judul, namun dengan "inti" topik permasalahan yang sama. Jika dengan melakukan itu ternyata disetujui maka benarlah dosen sedang membuat supaya Anda tidak besar kepala karena "Judul dan proposal skripsi Anda langsung diterima tanpa skripsi". Beliau tidak ingin Anda merasa seperti itu. Namun jika Anda masih kesulitan menemukan topik, judul dan pembuatan proposal skripsi Anda dapat mencari bantuan ke tempat lain.

Jangan kemudian Anda asal-asalan membuat judul skripsi, nanti dapat menjadi bumerang bagi Anda sendiri. Resiko mengulang skripsi semester depan dapat terjadi jika Anda sampai asal-asalan. Cara termudah dan tercepat membuat proposal skripsi berkualitas adalah dengan mengumpulkan minimal 5 sampai 10 skripsi utuh dari bab 1 hingga kesimpulan, lebih baik kalau lebih dari itu, untuk kemudian Anda temukan judul baru dengan mengganti sedikit kalimatnya. Ingat, haruslah skripsi utuh, jangan cuma judul saja nanti malah Anda tidak paham apa maksud dari skripsi itu dan kesimpulannya apa. Pilihan untuk mencari minimal 5 sampai 10 skripsi utuh dapat Anda temukan yaitu:
  1. Foto copy contoh skripsi dari perpustakaan
    Memfoto-copy 5 sampai 10 skripsi di kampus Anda akan sangat membantu Anda menentukan judul dan pembuatan skripsi serta ARAH dari skripsi itu sendiri. Lebih baik lagi kalau dicari dari kampus lain. Permasalahannya adalah, Anda akan mebutuhkan ratusan ribu bahkan jutaan untuk memfotocopy skripsi di kampus. Terlebih untuk beberap kampus, fotocopy di dalam perpustakaan harganya selangit perlembarnya.
  2.  Download Contoh skripsi dari internet
    Ini adalah cara murah untuk mencari bahan proposal skripsi Anda. File yang akan Anda temukan biasanya file PDF seringkali tidak dapat dicopy-paste. Hal ini dapat menjadi kendala jika skripsi Anda dalam kondisi sudah mendekati deadline. Beberapa skripsi yang dapat didownload ada juga yang berbentuk file doc atau ms word. Tetapi, masalahnya adalah file doc yang Anda download memiliki postensi tersisipi virus kemudian merusak file-file kuliah Anda. Hal ini akan membuat Anda sibuk mengurusi perbaikan komputer/laptop Anda tinimbang mengerjakan skripsi. Kerugian kehilangan file-file kuliah, khususnya file ekstensi *.doc tak ternilai harganya. File kuliah 4 tahun hilang tak bebekas.
  3. Membeli kumpulan contoh skripsi
    Membeli contoh kumpulan skrispi bisa menjadi pilihan terbaik, khususnya jika file yang diberikan sudah dalam bentu file Ms Word / *doc. Karena dengan file *.doc dapat langsung diedit tidak seperti PDF. Membeli contoh kumpulan skripsi ms word sebaiknya bukan yang dikirim melalui email, karena Anda sendiri tidak tahu jangan-jangan setelah didownload langsung tereksekusi virus komputer, sungguh malapetaka. Carilah website yang menjual kumpulan contoh skripsi file Ms Word/*.doc dalam bentuk DVD. Terlebih jika dia memberikan banyak bonus yang akan Anda butuhkan selama mengerjakan skripsi dan setelah lulus kuliah untuk mencari kerja seperti yang ditawarkan oleh SkripsiWord.com
 Dengan memiliki 5 sampai 10 judul tersebut, saya yakin arah skripsi Anda akan lebih jelas mau ke arah mana kesimpulannya nanti. Sebaiknya Anda temukan cara terbaik, termudah, tecepat menyusun skripsi. Karena, skripsi bukanlah akhir dari perjuangan Anda, perjuangan sesungguhnya adalah BUASnya dunia kerja bersaing mencari pekerjaan. Karena jika ada 1 juta orang lulusan S1 tahun ini, sedangkan lowongan kerja hanya untuk 750.000 orang, maka 250.000 orang lagi harus jadi pengangguran. Itulah perjuangan Anda yang sebenarnya. Saya harap setelah membaca artikel Cara Cepat dan Mudah Menyusun Proposal Skripsi Berkualitas ini, skripsi Anda cepat selesai dan mendapat pekerjaan setelah lulus kuliah..aamiin..

Cara Terbaik dalam Memilih Perguruan Tinggi dan Jurusan



"Mau nerusin ke mana?" Itu adalah satu pertanyaan yang sering dilontarkan sesudah kita menyelesaikan studi di SLTA. Pertanyaan klasik yang sederhana tetapi tidak semudah itu untuk menjawabnya. Ngomong-ngomong, apa jawaban anda?

Di Indonesia saat ini terdapat 2900+ Perguruan Tinggi Swasta (PTS), tersebar dari Sabang sampai Merauke (tidak termasuk Timor Leste). Ada PTS berbentuk Universitas, Sekolah Tinggi, Akademi, dan lain-lain. Masing-masing PTS mungkin menyelenggarakan lebih dari satu program studi, dan bisa jadi suatu program studi diselenggarakan dalam 2 atau lebih jalur/jenjang pendidikan, misalnya D1, D3, S1. (Kalau anda kurang memahami istilah-istilah tersebut, saya sarankan anda membaca kembali Struktur Pendidikan Tinggi). Bagaimana anda menentukan PTS pilihan anda? Jurusan apa? Lalu jalur/jenjang pendidikannya? Faktor apa saja yang perlu anda pertimbangkan dalam menentukan pilihan tersebut? Permasalahan menjadi jauh lebih sederhana jika di kota anda hanya ada satu PTS dan, karena satu atau lain hal, anda tidak bisa kuliah di luar kota. Tetapi, kasusnya biasanya tidak demikian. Permasalahan muncul karena anda bisa memilih, untuk itulah kami menulis Cara Terbaik dalam Memilih Perguruan Tinggi dan Jurusan ini. Yang harus Anda perhatikan diantaranya:

Minat Anda

Faktor utama yang harus anda pertimbangkan adalah minat anda. Hampir boleh dipastikan, tidak ada mahasiswa yang berhasil dalam studinya jika itu bertentangan dengan minatnya. Orang lain, termasuk orang tua, boleh memberikan saran atau masukan apapun, tetapi andalah yang akan menjalani sekian tahun proses belajar di perguruan tinggi. Sudah terlalu sering kita mendengar kegagalan mahasiswa karena ketidakcocokan dengan bidang studi yang diminatinya. Jangan sampai hal ini terjadi pada anda.

Biaya Yang Mungkin Akan Anda Keluarkan

Kemampuan keuangan sangat menentukan pilihan anda. Ini adalah faktor terpenting berikutnya yang harus anda perhitungkan. Kuliah di perguruan tinggi melibatkan banyak komponen biaya. Anda mungkin geleng-geleng kepala kalau saya sebutkan yang berikut ini, mulai uang pendaftaran, uang gedung, uang kuliah pokok, uang SKS, uang praktikum, uang ujian, uang jaket, uang buku, uang kesehatan, uang KKN, biaya skripsi, uang ini, uang itu........ you name it. Belum lagi biaya-biaya tidak langsung, seperti biaya kos, biaya hidup, biaya transportasi, biaya buku, biaya foto copy, dan lain-lain. Kalikan itu dengan sekian tahun masa kuliah anda.

Kalau anda bisa tinggal di rumah selama kuliah, sebaiknya ini yang anda pilih. Jadi, pilihlah PTS yang ada di kota anda. Kalau harus kuliah di luar kota, usahakan untuk tinggal di rumah saudara. Ini akan sangat banyak menghemat.

Sebelum melakukan pendaftaran, tanyakan semua komponen biaya yang harus anda bayarkan di PTS yang bersangkutan. Ingat untuk kuliah anda tidak hanya membayar uang kuliah saja. Tanyakan juga waktu pembayarannya. Biasanya PTS memberlakukan sistem pembayaran yang diharapkan tidak memberatkan mahasiswa, misalnya uang gedung boleh diangsur sekian kali, uang kuliah pokok dan uang SKS tidak dibayarkan bersamaan, dan lain sebagainya. Perhitungkan semuanya jika anda tidak ingin gagal karenanya.

Prospek Setelah Lulus Kuliah

Dari ratusan program studi yang ditawarkan oleh PTS, tentu tidak semuanya menjanjikan prospek pekerjaan yang cerah di masa mendatang, 4 - 6 tahun sesudah anda menginjak bangku kuliah. Ada program studi yang tidak populer, sepi peminat karena dianggap tidak menarik atau kurang memberikan harapan pekerjaan dengan hasil yang memadai. Ada juga program studi yang selalu menjadi favorit, walaupun banyak lulusannya yang menganggur. Baik karena kurangnya lapangan pekerjaan atau pun terlalu banyaknya lulusan.

Anda dituntut untuk dapat memprediksi prospek bidang studi yang anda pilih dalam memasuki lapangan pekerjaan sesudah anda lulus nanti. Sebagai contoh, pemerintah pernah menyatakan program studi hukum sebagai jurusan yang sudah jenuh karena jumlah perguruan tinggi penyelenggara dan jumlah mahasiswa yang mengambil program studi ini. Anda harus sangat istimewa di bidang ini untuk dapat bersaing dengan sekian banyak lulusan lainnya.

Apakah hal itu masih berlaku sekarang? Di era reformasi ini kita banyak melihat kasus-kasus hukum yang mulai mencuat ke permukaan. Orang bicara mengenai hak, kewajiban dan tanggung jawab. Banyak buruh melakukan demo menuntut haknya dipenuhi. Selesaikan secara hukum. Banyak perusahaan dan bank yang memerlukan penyelesaian hukum untuk menuntaskan permasalahan sesudah krisis ekonomi ini. Bukankah logis kalau hal-hal tersebut diselesaikan oleh para sarjana hukum?

Kita lihat juga jurusan pertanian dan kelautan. Sesudah sektor industri dan perbankan terpuruk akhir-akhir ini, orang mulai melirik lagi sektor pertanian. Jumlah penduduk Indonesia yang demikian besar, dan semuanya butuh makan setiap hari, menuntut tersedianya bahan pangan yang cukup untuk itu. Dan bukankah Tuhan memberikan tanah yang demikian subur kepada bangsa kita? Kenapa kita kalah dari Thailand misalnya dalam produksi hasil pertanian?

Bukan hanya tanah subur yang Tuhan berikan kepada kita, tetapi juga laut yang sangat luas dan kaya. Pemerintah pun menyadari hal ini dengan menunjuk seorang menteri yang bertugas untuk mengeksplorasi potensi kelautan Indonesia. Apakah bidang tersebut masih prospektif 5 tahun yang akan datang? Hei.... kita baru saja mulai.

Globalisasi? Tentu saja ini akan sangat menentukan wajah dunia masa datang. Perdagangan bebas, banyaknya perusahaan asing yang masuk ke Indonesia (di antaranya karena aset negara kita terpaksa dijual kepada mereka!), semuanya menuntut standar dunia juga. Bahasa asing (bukan hanya bahasa Inggris), perdagangan internasional, lingkungan, peralatan berteknologi tinggi, komputer, internet, dan banyak lagi akan menjadi tuntutan yang tak terhindarkan.

Saya ingatkan, tidak ada prediksi yang benar 100%. Tetapi akan sangat berguna kalau anda bisa mengantisipasi kondisi di masa depan. Kalau anda merasa tidak mampu melakukannya sendiri, bertanyalah kepada orang tua, guru, teman, konsultan, atau siapapun. Jangan pertaruhkan masa depan anda karena ketidaktahuan ini.

Sesudah ketiga faktor di atas anda pertimbangkan masak-masak, kini tiba saatnya anda memilih perguruan tinggi yang sesuai dengan kriteria tersebut. Sediakan cukup banyak waktu, karena lebih banyak faktor eksternal dan bersifat teknis yang terlibat di sini.

CARA TERBAIK MEMILIH PERGURUAN TINGGI

Dari 2900+ perguruan tinggi swasta di Indonesia, tentu saja tidak semuanya memenuhi kriteria minat, biaya dan prospek yang sudah anda tentukan. Coret PTS yang tidak memiliki program studi sesuai minat anda. Singkirkan PTS-PTS yang biaya kuliahnya terlalu mahal bagi anda, atau terlalu jauh dari tempat tinggal anda sehingga biaya untuk kuliah di sana akan terlalu tinggi. Dengan demikian daftar yang anda miliki akan semakin pendek. Tetapi itupun mungkin masih cukup panjang sehingga memerlukan pendalaman lebih jauh. Faktor apa lagi yang perlu dilihat dari suatu perguruan tinggi untuk menentukan pilihan akhir anda?

Reputasi

Kalau saya harus memilih salah satu PTS tanpa melihat faktor-faktor internal lainnya, pertimbangan utama yang paling gampang saya gunakan adalah reputasi PTS tersebut. Reputasi di sini berarti PTS yang bersangkutan secara umum dikenal sebagai PTS yang baik, memiliki sarana belajar mengajar yang baik dengan fasilitas yang memadai. Lulusannya pun tidak kesulitan dalam mencari pekerjaan. Bahkan ada lulusan PTS yang menjadi rebutan perusahaan-perusahaan pemakainya.

Apakah tidak mungkin salah jika memilih PTS ini? Harus kita ingat, reputasi tidak datang dalam sekejap. Reputasi ini biasanya dibangun dengan kerja keras dan melalui proses yang panjang. Bisa saya katakan bahwa anda berada on the safe side jika memilih salah satu dari PTS-PTS ini. Bukan berarti lalu anda berhenti di sini saja. Masih ada hal-hal lain yang harus anda cermati.

Status Akreditasi

Status akreditasi ini adalah salah satu faktor yang paling sering digunakan oleh PTS untuk mengiklankan dirinya. Tidak terlalu salah memang, karena hal itu menunjukkan mutu/kemampuan PTS dalam menyelenggarakan suatu program studi. Status ini didapat setelah diadakan penilaian tentang semua unsur yang diperlukan untuk itu, termasuk fasilitas pendidikan, nisbah dosen tetap dan mahasiswa, kurikulum pendidikan, dan banyak hal lainnya. Masalahnya, tidak semua orang memahami dengan jelas tentang status ini, dan tampaknya banyak PTS yang menyadari dan memanfaatkan ketidaktahuan tersebut.

Yang terutama adalah: status akreditasi diberikan kepada program studi di suatu PTS dan bukan kepada PTS yang bersangkutan. Jadi sebetulnya tidak ada istilah PTS yang disamakan. Yang benar adalah (satu atau lebih) program studi di PTS tersebut statusnya disamakan. Mungkin saja PTS tadi memiliki 3 program studi (misalnya A, B, dan C), masing-masing dengan jenjang S1 dan D3. Kalau program studi A jenjang D3 saja (satu dari enam) yang memperoleh status disamakan, apakah tepat kalau PTS tersebut mengatakan statusnya disamakan?

Yang perlu anda ketahui juga, status akreditasi ini menentukan kemandirian suatu program studi dalam melaksanakan proses belajar mengajar, misalnya ujian negara atau penerbitan ijazah. Suatu program studi (sekali lagi bukan PTS) yang sudah dinyatakan terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) berhak untuk menyelenggarakan sendiri semua kegiatannya. Artinya anda tidak lagi harus mengikuti ujian negara yang dilaksanakan oleh Kopertis, dan ijazah yang anda terima cukup disahkan oleh PTS tempat anda kuliah.

Sekali lagi, tanyakan dengan jelas status akreditasi program studi yang anda pilih. Jangan percaya begitu saja dengan klaim yang dikeluarkan oleh suatu PTS tentang statusnya. (Uraian yang lebih rinci tentang hal ini dapat anda lihat pada topik Akreditasi).

Jalur dan Jenjang Pendidikan

Berapa lama anda mau menghabiskan waktu di bangku kuliah? Secepatnya? Berapa cepat? Selain ditentukan oleh kemampuan anda, hal ini juga tergantung dari jalur/jenjang pendidikan yang anda ambil. Pendidikan tinggi di Indonesia mengenal dua jalur pendidikan, yaitu jalur akademik (jenjang sarjana) dan jalur profesional (jenjang diploma). Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan jalur profesional menekankan pada penerapan keahlian tertentu. (Untuk lebih lengkapnya silakan lihat Struktur Pendidikan Tinggi).

Dalam kaitannya dengan waktu, jenjang sarjana membutuhkan waktu lebih lama (minimal 8 semester) dibandingkan dengan jenjang diploma (2 semester untuk D1 - 6 semester untuk D3). Hal ini tentu sangat berpengaruh pada biaya yang harus anda sediakan. Banyak orang, yang karena keterbatasannya, lebih memilih jenjang diploma dengan harapan cepat lulus dan mendapat pekerjaan.

Perlu anda ketahui, jenjang diploma dirancang sebagai jenjang terminal. Artinya, lulusannya dipersiapkan untuk langsung memasuki dunia kerja, bukan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi (walaupun sekarang ada yang disebut program lintas jalur, dari diploma ke sarjana). Ini berbeda dengan jenjang sarjana, yang membuka kesempatan lulusannya untuk terus mengembangkan ilmunya.

Hal lain yang harus anda perhatikan adalah tingkat persaingan di pasar kerja. Kalau banyak tenaga sarjana yang tersedia, perusahaan akan lebih memprioritaskannya dibandingkan lulusan diploma.

Gelar dan Sebutan

Sesudah anda lulus, anda akan mendapat ijazah dan salah satu dari ini: gelar akademis atau sebutan profesional. Yang pertama anda tentu tahu, Sarjana Ekonomi (SE), Sarjana Hukum (SH), dan gelar lainnya. Gelar akademis ini diberikan kepada mereka yang menyelesaikan pendidikan melalui jalur akademik (jenjang sarjana).

Lalu bagaimana kalau kita menyelesaikan pendidikan jalur profesional (jenjang diploma)? Bukan gelar akademis (Sarjana Muda, misalnya) yang kita dapatkan, melainkan sebutan profesional seperti Ahli Madya Komputer (AMd Komp). Sebutan ini mungkin belum terlalu memasyarakat, dan kadang-kadang dianggap kurang bergengsi. Banyak yang masih menggunakan (dan lebih menyukai) istilah D3-Komputer. Anda yang menentukan, gelar atau sebutan yang ingin anda tambahkan di belakang nama anda.

Fasilitas Pendidikan

Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Bukan (hanya) itu yang dimaksud dengan fasilitas pendidikan. Fasilitas seperti laboratorium (komputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lain), bengkel, studio dan perpustakaan sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan mahasiswa. Mereka tidak hanya dituntut untuk menguasai wawasan keilmuannya saja, tetapi juga bagaimana menerapkannya di lapangan. Apalagi untuk jalur pendidikan profesional yang lebih bersifat aplikatif dan menekankan pada ketrampilan.

Sekali lagi, jangan hanya tampilan fisik yang anda perhatikan. Boleh saja PTS memasang foto-foto gedungnya yang megah, laboratorium komputernya yang canggih. Tidak ada salahnya anda coba menanyakan, kapan mahasiswa berkesempatan untuk menggunakan fasilitas-fasilitas tersebut. Jangan-jangan hanya satu-dua kali per semester, atau hanya untuk mahasiswa tingkat akhir saja. Perhitungkan juga jumlah mahasiswa yang harus menggunakan fasilitas tersebut.

Kualitas dan Kuantitas Dosen

Perkembangan suatu PTS paling gampang dilihat dari jumlah mahasiswanya yang (selalu) bertambah. Ini sangat penting bagi PTS, karena mahasiswa adalah sumber utama (seringkali satu-satunya) pendapatan PTS. Dari merekalah PTS mencukupi kebutuhannya untuk membiayai operasional pendidikan, membangun gedung, menambah fasilitas pendidikan, termasuk membayar gaji dosen dan karyawannya. Oleh karena itulah ada kecenderungan PTS untuk menggali sebanyak mungkin potensi ini, baik secara kualitas (memperbesar uang gedung dan uang kuliah) maupun kuantitas (menerima sebanyak mungkin mahasiswa).

Pada sisi lain, bertambahnya mahasiswa menuntut ditambahnya jumlah dosen. Bukan hal yang mudah mendapatkan dosen dengan jumlah yang memadai, apalagi yang memenuhi kualitas yang dibutuhkan. Padahal Undang-Undang Pendidikan Tinggi mensyaratkan tercapainya nisbah (rasio) antara dosen tetap dan mahasiswa sebesar 1:30 untuk bidang studi IPS dan 1:25 untuk bidang studi IPA. Mungkin faktor dosen ini merupakan salah satu faktor paling sulit bagi suatu PTS, dan karenanya sering diabaikan atau direkayasa.

Pengabaian secara kuantitatif dilakukan dengan membebani dosen yang terbatas jumlahnya dengan beban mengajar yang besar, sehingga waktu dan tenaga dosen-dosen tersebut betul-betul tersita untuk itu. Seringkali hal ini dilakukan dengan mengabaikan aspek kualitas pengajarannya. Hampir tidak tersisa lagi waktu untuk melakukan penelitian atau pengabdian masyarakat yang merupakan pilar-pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Bisa juga suatu PTS memenuhi aspek kuantitas dosen tetap ini, tetapi dengan mengkompromikan kualitasnya. Misalnya dosen yang mengajar tidak sesuai dengan bidang ilmunya, tidak terpenuhinya kepangkatan akademik dalam pengajaran atau bimbingan tugas akhir, dan lain sebagainya.

Perekayasaan positif terjadi dengan penggunaan dosen-dosen tidak tetap. Biasanya dosen tidak tetap ini memenuhi persyaratan kelayakan mengajar, seperti latar belakang pendidikan, gelar dan kepangkatan akademis dan profesionalismenya. Masalahnya, dosen-dosen ini hanya menyediakan waktu yang terbatas kepada mahasiswa sesuai dengan status tidak tetapnya. Bagi PTS, mereka tidak bisa disertakan dalam penghitungan nisbah dosen tetap dan mahasiswa sehingga tidak berpengaruh dalam penentuan status akreditasi.

Yang paling memprihatinkan adalah jika terjadi perekayasaan negatif. Dalam hal ini PTS berusaha dengan segala macam cara untuk memenuhi nisbah tersebut. Misalnya PTS masih mencantumkan nama dosen yang sudah tidak lagi menjadi dosen tetap di sana, atau nama seseorang tercantum sebagai dosen tetap di lebih dari satu PTS. Contoh lain adalah dengan cara meminjam nama. Seseorang yang memenuhi kualifikasi akademis "diangkat" sebagai dosen tetap dengan mendaftarkannya secara resmi ke instansi yang berwenang. Artinya, secara administratif seluruh persyaratan sudah dipenuhi dan "dosen" tersebut juga menerima gaji dari PTS. Tetapi, keterlibatannya dalam kegiatan akademik hampir atau memang tidak ada sama sekali.

Sebelum anda mendaftar, cobalah untuk mencari tahu jumlah dosen tetap di PTS tersebut. Berapa orang yang bergelar S2, S3, dan mungkin ada yang sudah bergelar profesor. Kualitas keilmuan anda sangat banyak ditentukan oleh mereka. Itulah Cara Terbaik dalam Memilih Perguruan Tinggi dan Jurusan untuk Anda.

Tips agar lulus kuliah tidak molor

Kuliah molor sampai bertahun-tahun memang menjadi momok bagi sebagian mahasiswa. Bahkan ada yang menyebutnya mahasiswa abadi. Siapa sih yang ga mau lulus kuliah tepat waktu? Nah, sobat mahasiswa berikut ini adalah tips-tips supaya sobat bisa lulus kuliah tepat waktu.

 1. Jangan Hiraukan Salah Jurusan
Seperti yang gue bilang tadi ya, gue memang salah jurusan, atau memang bukan Passion gue, tapi kenapa gue masih semangat ngejalani dunia perkuliahan ? jawabannya simple dan sederhana, karena memang itu pilihan gue, lah gini deh, yang ngebuat lu salah jurusan siapa ? atau yang ngebuat lu salah jurusan itu kenapa ? yang milih jurusan itu siapa ? jawabannya pastilah kita sendiri kan , atau mungkin karena beberapa permintaan orang tua, tapi orang tua kita pasti bertanya kepada kita dahulu kan ? terus yang menyutujui saran orang tua itu siapa ? kita kan , jadi kalau boleh gue ngomong yang ngebuat salah jurusan itu nggak ada kecuali memang otak kita sendiri yang menganggap kita salah jurusan, gue awalnya memang nggak pernah niat kuliah di dunia per-akuntansi-an, tapi gue merenung panjang, bahwa yang memilih Akuntansi waktu finalisasi pendaftaran UMB itu siapa ? kan gue sendiri, jadi kenapa gue sekarang komplain sama diri gue sendiri, jadi sudah sepantasnya kita berfikir nggak ada salah jurusan, kalaupun memang salah jurusan, sudah hadapi aja, toh itu memang pilihan kalian kan, nggak ada sesuatu yang salah kecuali kalian sendiri yang membuat kesalahan itu sendiri.

2. Nikmati Kuliah, jangan bermalasan
nah, ini yang paling gue alami sekarang, iya, gue sekarang lagi dalam masa menikmati masa kuliah, karena memang gue sudah berambisi bahwa sekalipun gue salah jurusan tapi gue nggak mau nyerah terhadap Kesalahan jurusan tersebut, salah jurusan nggak boleh jadi alasan kenapa gue jadi malas, jadi salah jurusan harus bisa menjadi alasan atau cambuk semangat agar gue lebih menikmati dunia perkuliahan.

3. Belajar Bersabar
nah, kalau sudah kuliah pasti sudah nggak asing lagi dengan yang namanya "PHP" iya, semua hal di dunia perkuliahan itu bisa PHP, mulai dari Dosennya sampai Nilainya, jadi, kalau kalian sudah memasuki dunia perkuliahan, nggak ada lagi yang namanya Guru bakal Datang terus atau Guru bakal Datang On-Time, atau Guru bakal ngasih nilai Baik, iya, kata-kata itu sudah pasti jarang terdengar, karena ini kuliah, kata-kata yang sering terdengar adalah Dosennya masuk nggak , atau, Dosennya masuk tapi terlambat jadi disuruh tunggu sampai 1 jam, dan tahunya ternyata sang Dosen nggak datang jadi 1 jam yang sudah terlewati itu seakan sia-sia, jadi kalau sudah kuliah, kita juga otomatis belajar yang namanya sabar.

4. kuliah itu tentang pilihan
kuliah itu soal kita memilih jalan, iya, karena kuliah bukan lagi kita dibimbing melainkan kita yang membimbing kemana kita, karena kita sudah dianggap dewasa atau MAHA, karena itu sudah sepantasnya kita harus menentukan jalan kita, ada orang yang kuliahnya santai, lulusnya pun dengan waktu yang santai, ada yang serius dan lulusnya juga dengan waktu yang sesuai, jadi tergantung kita bagaimana dalam memilih jalan kita sendiri.

5. Tanggung Jawab
kalau kalian ketua kelas atau ikut organisasi kampus pasti kalian akan mendapatkan pelajaran mengenai tanggung jawab, jadi saat kuliah kalian akan lebih banyak diajarkan mengenai tanggung jawab dan pelatihan mental yang baik adalah saat kuliah karena di perkuliahan kalian akan lebih sering berinteraksi dengan dosen dan akan lebih sering menerima tanggung jawab dari dosen, mulai mengenai mengatur jadwal atau mulai dari mengatur dimana tempat perkuliahan, pokoknya kuliah dapat melatih sifat tanggung jawab kalian.

sebenarnya menurut gue, banyak pelajaran lagi yang bisa diambil dari perkuliahan, terkadang memang masa SMA lebih seru dibanding masa kuliah, cuma tu ya, mau sampai kapan terlena oleh masa-masa bermain, sudah waktunya kita ke masa yang lebih serius, sudah waktunya kita belajar mengenai tanggung jawab sabar dan pendewasaan diri, seiring berjalannya waktu dan umur kita, sudah sepantasnya kita mendapat pelajaran seperti itu, jadi, ambil sisi positive dari kuliah dan jangan lihat negative-nya, nggak selamanya kuliah itu nggak enak, tergantung bagaimana cara kita menjalaninya.
Powered by Blogger.